Bagi penyuka Film yang berunsurkan sejarah, Film ini patut ditonton. Film produksi 1987 yang berdurasi 163 menit, The Last Emperor menceritakan kisah hidup seorang Kaisar terakhir Cina, Puyi. Ketika Film ini ditampilkan di layar kaca sewaktu saya masih kecil, saya belum mengerti sejarah Cina dan tidak memahami apapun tentang komunis, republik, kolonialisme, imperialisme, dan paham-paham semacamnya. Namun ketika Ayah bercerita tentang kunjungannya ke Beijing 3 tahun lalu dan kesempatannya mendatangi istana terbesar di Dunia, The Forbidden City, beliau mulai menceritakan tentang kaisar terakhir Cina yang hidupnya tragis karena perubahan sistem pemerintahan Cina dari Monarki menjadi Republik tahun 1920-an. Dari situlah saya menjadi tertarik untuk menonton kembali Film tersebut karena saya ingat saya tidak pernah rampung menonton film ini ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar tahun 90-an, hehe..

Film ini diawali dengan adegan Puyi yang diangkat menjadi Kaisar ketika dia masih berumur 3 tahun. seorang kaisar cilik yang naif dan tidak tahu apa-apa dalam semalam dinobatkan menjadi seorang Kaisar Cina. Mereka menyebutnya , The Son of Heaven. Dijauhkan dari orang tuanya dan tinggal sendirian bersama dengan pelayan-pelayannnya di Istana terlarang membentuk karakter seorang Puyi menjadi sosok remaja yang kesepian. Istana terlarang bagaikan penjara dengan dirinya sebagai tahanan sehingga Puyi tidak pernah mengetahui bagaimana kehidupan di luar tembok Istana. mengutip kata seorang Guru kaisar puyi yang didatangkan dari Inggris, “The emperor is the loneliest boy on the earth”

ketika Cina berubah menjadi Negara Republik dengan Dr.Sun Yat Sen sebagai presiden pertamanya, Puyi bukan lagi seorang Kaisar dengan kekuatan imperialnya,, meski begitu dia tetap diperbolehkan tinggal di Istana bersama ratu, Wen Rong dan selirnya Wen Xiu. Yang miris adalah ketika dirinya diharuskan meninggalkan Istana dan sudah tidak diperbolehkan lagi tinggal disana. untuk pertama kalinya, meskipun dirinya ingin sekali melihat dunia luar, kaisar yang tak pernah keluar Istana merasa takut menghadapi dunia luar…

Film ini sangat menarik, karena kita serasa diajak mengikuti Jaman… kita diajak untuk ikut merasakan bagaimana nikmatnya kehidupan seorang Kaisar di Istana, yang apa-apa serba disediakan, apa-apa serba dituruti, namun seiring berjalannya waktu kitapun diajak melihat betapa sulitnya hidup ketika semua itu hilang dalam sekejap. kekuasaan kaisar sudah tidak berarti kembali, tidak perduli bagaimana berpengaruhnya kekasiaran dinasti manchu memerintah dan memperluas daerahnya di masa lalu, betapa hebatnya kaisar-kaisar sebelumnya dengan pembangunan The Great Wall dan betapa kayanya budaya Cina yang dibawa oleh dinasti tersebut. semua itu tidak berarti ketika paham dan ideologi negara telah berubah.

banyak sekali intrik yang membuat penonton sedih dan miris melihatnya, misalnya ketika selir Wen Xiu meminta cerai. tentu saja, bagi seorang Puyi yang merasa dirinya Kaisar adalah penghinaan besar jika seorang selir meminta cerai kepada Kaisarnya. Lihat betapa wanita akan mudah meninggalkan pria yang sudah tidak memiliki kekuasaan dalam hidupnya. atau ketika si Ratu Wen Rong menjadi pecandu opium akibat depresi tinggi. Dan yang paling nyesek mungkin ketika melihat seorang kaisar menjadi tahanan negara karena dituduh bekerjasama dengan Jepang dalam usaha negara Nippon tersebut menguasai Cina. seorang kaisar Puyi yang naif tidak menyadari bahwa dirinya hanya digunakan kaisar Jepang sebagai boneka demi tujuan kolonialisasinya. Puyi saat itu berpikir dirinya dibantu kaisar jepang supaya dirinya bisa mendapatkan kembali tahta kekaisarannya. Cina telah menyakiti hati Puyi karena dirinya diusir dari istana, makam leluhurnya dihancurkan oleh tentara Cina, dirinya tak dianggap lagi sebagai kaisar. Meskipun kaisar Puyi pada akhirnya dibebaskan dari camp penjara, masa tuanya dia abdikan hanya sebagai tukang kebun. Sulit dipercaya memang, Seorang Kaisar Cina dari dinasti manchu yang telah memerintah Cina selama ratusan tahun, masa tuanya hanya menjadi seorang tukang kebun. dan ketika dirinya ingin mengunjungi Forbidden City, dia harus membeli tiket dan hanya dapat memandangi the Imperial Throne, singgasana Raja yang terbuat dari emas yang dulu pernah dia duduki ketika muda.

Film ini sangat indah, menyedihkan, dan semuanya terpadu dengan baik dalam sebuah cerita. membuat kita menyadari bahwa tidak ada sesuatu yang abadi di muka bumi ini. Kita harus mensyukuri apa yang kita miliki dan tidak boleh menyombongkan diri ketika kita berada di atas, seperti kata orang bijak, “kehidupan itu bagaikan roda” siapa sangka seorang kaisar akan menjadi tukang kebun pada akhirnya.

Foto Asli : kaisar Puyi ketika berumur 2 tahun

Foto asli : Remaja Puyi ketika masih menjadi kaisar
foto asli : Kaisar puyi dan permaisuri wen rong

foto asli : puyi dan permaisurinya, Wen Rong foto diambil ketika mereka sudah meninggalkan istana dan tinggak dia Tianjing

foto asli : puyi dan selirnya Wen Xiu

Foto asli : Puyi ketika di penjara, disana dia melakukan pekerjaan-pekerjaan yang dianggap rendah seperti menyapu, membersihkan toilet, dan berkebun

kalau  mau nonton filmnya

notes :

  • Pu Yi memilih Wan Rong karena Wan Rong dididik oleh seorang guru dari negara barat. Wan Rong mampu berbahsa inggris, bermain biola dan menari waltz.Setelah hampir 15 thn menikahi Pu Yi, Wan Rong tidak kunjung hamil. Akhirnya dia dihamili oleh Supir dari Pu Yi. Karena Pu Yi juga sadar bahwa dia butuh penerus takhta kalo ingin bertahan sebagai Kaisar maka dia membayar supirnya untuk diam dan pergi. Tetapi ketika Wan Rong melahirkan dan bayinya adalah perempuan maka bayinya langsung dibunuh. Ada 2 kisah, yg pertama mengatakan bahwa begitu bayi yang dilahirkan perempuan, dokter langsung menyuntik mati bayi itu. Kisah ke 2 adalah ketika Pu Yi mengetahui bayinya adalah perempuan, dia langsung melemparkan bayi itu kedalam cerobong api. Wan Rong yg mengalami tekanan jiwa akhinrya beralih pada opium. Dan ketika tentar Sovyet menyerang Manchukuo, Wan Rong berserta rombongan wanita lainnya melarikan diri ke Korea tetapi berhasil ditangkap tentara China. Dia kemudian ditahan di Yilin sampai akhirnya meninggal disana pada usia 39 thn. Pu Yi tidak mengetahui berita ini sampai thn 1949, 3 thn setelah Wan Rong meninggal.
  • Wen Xiu dikisahkan tidak pernah “Disentuh” oleh Pu Yi karena Wan Rong yg berpaham monogami ala barat tidak suka untuk di poligami. Pu Yi pun akhirnya tidka pernah “menyentuh” Wen Xiu yang membuat Wen Xiu merasa di nomor duakan. Akhirnya Wen Xiu pada thn 1931 meminta cerai dari Pu Yi dan setelah itu semua titel nya dicabut dan dianggap rakyat jelata.
  • Puyi diperkirakan impoten namun dalam tulisan hiro saga, adik iparnya dikatakan bahwa puyi memilki hubungan dgn sejumlah pria
  • thn 1960 – 1962, Pu Yi bekerja sebagai tukang kebun dan tukang sapu di Beijing. Pada thn 1964 Karena kontribusinya pada partai komunis, dia kemudian diberikan kerjaan baru sebagai Editor surat kabar partai dan mendapat gaji 100 yuan (USD 10) perbulannya. Pu Yi meninggal thn 1967 di apartemen kecilnya di Bei Jing. Dia meninggal karena komplikasi penyakit liver dan jantung

source : berbagai sumber

Advertisements