Lagi-lagi indomie mengeluarkan produk baru rasa nusantara. Setelah sukses menelorkan rasa-rasa seperti rasa empal gentong, mie kocok bandung, mi celor, cakalang, sambel ijo, iga penyet, coto makassar, soto banjar limau, kari ayam medan, soto betawi, soto medan, sop buntut, sop buntut, dendeng balado, tahu tek, soto lamongan dan rasa-rasa lainnya, akhirnya indomie mencoba kembali membuat rasa persambalan dan keluarlah produk indomie rasa sambal matah dan sambal rica-rica. 

Tadinya aku pikir sambal matah disini maksudnya adalah sambal mentah ala-ala penyetan jawa, yaitu sambel bawang dan cabe mentah yang tidak melalui proses penumisan terlebih dahulu, jadi langsung uleg gitu loh. Eh ternyata aku salah. Sambel matah disini adalah sambel khas dari Bali. Memang bahannya mentah dan segar semua, tapi kalau khas bali ini engga diuleg. Ya langsung aja bawang merah dan cabe rawit diiris-iris tipis lalu dicampur dengan sereh, cuka, air jeruk limau, dan minyak sayur panas.

Sambil matah khas bali atau biasa orang bule sebut “raw sambal”. Sumber: google

Satu lagi adalah sambal rica-rica. Usut punya usut ternyata sambal rica ini asalnya dari manado. Aku sendiri baru tau karena setauku yang dari manado itu sambal roa. Sambal rica-rica ini kerap kita dengar pada menu ayam rica balado, Ikan rica balado. Ya intinya sambel cabe yang kayak gitu tuh yang melumuri lauknya dan rasanya sedap-sedap nendang. 

Sambal rica-rica. Penyajian sambalnya biasa langsung melumuri lauk hidangannya. Sumber google

Nah, balik lagi ke Indomie. Sambal-sambal yang menggoda tadi akhirnya diadaptasi oleh indomie rasa nusantara untuk mempromosikan daerah khas asal pemilik sambal-sambal ini. 

Pertama kali yang aku temukan di salah satu minimarket terkenal di Indonesia, adalah Indomie rasa sambal rica-rica. Aku tuh orangnya penasaran banget kalau ada rasa baru jadinya langsung beli. Harganya Rp. 2.200. 

Bumbu cabenya meraaahh. Sampe takut kalau dipakein pewarna banyak-banyak. Tapi ya udah lah coba aja. Aku kalau masak Indomie nggak pernah masak yang cuman mie nya aja. Aku pasti usahakan menambah sayur-sayur, lauk dan telur. Soalnya kalau cuman makan mie nya saja, gizinya buruk. Haha. 5 menit dimasak akhirnya jadi deh. 

Penampilan setelah dimasak, mienya agak merah. Untuk rasa sih, yaahh… Yahhh.. Hmmm… Tidak sesedap yang kubayangkan. Pedas banget sih, tapi ya cuman dapat sensasi pedas cabe aja. Berasa makan cabe aja. Mungkin makannya harus sama nasi kali yah. Wahahahaha.

Selang seminggu, aku menemukan yang rasa sambal matah. Sejak teman-teman bilang kalau rasa sambal matah lebih enak dari yang rasa rica-rica, akupun berburu rasa ini. Karena emang lagi gencar promosi dari Indomie, nggak sulit menemukan rasa sambal matah di minimarket indonesia yang sejuta umat ini. 

Seperti biasa, akupun mulai memasak dengan bahan-bahan tambahan seadanya yang ada di lemari pendingin. Karena semua rasa baru ini tergolong mie goreng, jadi lebih praktis buatku memasaknya. Aku cinderung kalo masak indomie goreng mienya ikut aku tumis di bumbunya dengan panas api. Iya direbus dulu mienya, tapi habis itu ikut digoreng sebentar di pan dengan bumbu-bumbu yang sudah disediakan. Habis cara masak yang di rekomendasikan Indomie suka sekip. Dibilang goreng tapi cara masaknya direbus. Hahahaha. 

Seperti yang dibilang teman-teman, rasa sambal matah memang lebih enak daripada rasa sambal rica-rica. Mungkin ini selera sih, tapi aku lebih suka rasa ini sih. Rasanya tidak jauh beda dengan Indomie rasa sambal ijo yang sekarang sudah tidak diproduksi lagi. Bedanya, jika pada indomie rasa sambal ijo warna mie nya kehijau-hijauan, penampilan mie rasa sambal matah sama sekali tidak hijau, tapi alami saja seperti warna mie pada umumnya. Untuk tingkat kepedasan, tidak sepedas rasa sambal rica-rica. Mungkin ini juga alasan yang bikin aku lebih suka rasa sambal matah. 

Nah kalau kamu sendiri lebih suka rasa apa? 

Advertisements