Sore itu pulang kantor kelaperan dan hujan besar jadinya agak-agak kepingin makan yang panas-panas dan segar dan entah kenapa bawa mobil sampe ke mall terdekat. Udah sampe mall, kakinya ngga nyadar langsung melangkah ke lantai ke restoran korea favorit. Karena udah hampir 4 kali makan budhae jigga disini, akhirnya nyoba mencicipi menu baru dan yukgaejang lah yang jadi pilihan (umm sebenernya pilihannya banyak tapi ga tau kok pengen makan yukgaejang). 

Yukgaejang (atau tulisan koreanya 육개장) sebetulnya berupa sup pedas dengan isian daging sapi yang dimasak dalam rebusan kaldu dan kecap (nyontek di wiki). Bahan utama yukgaejang sebenernya (atau biasanya) adalah daging sapi dan direbus dalam kaldu tulang bersama gosari (bracken atau jenis tanaman paku), kecambah, daun bawang, cabai bubuk, bawang putih, minyak wijen, telur, garam, lada hitam serta kecap asin. Biasanya daging yang digunakan adalah bagian sandung lamursapi. Kuahnya sup korea yang warna merah khas ini, aku curiga pakai pasta cabe korea aka gojuchang. 

Pas sup dihidangkan, aku musti bilang ini tu kayak versi sayurannya budhe jiggae. Meskipun rasa kuahnya sedikit beda (dimana budhae jiggae lebih kerasa kimchi nya), disini nggak ada kimchinya. Isian sayurnya ada jamur enoki, kecambah, irisan cabe, bawang bombai, dan daun pepaya. Lauknya ada telur dan daging sapi. Tapi jujur aja, pas makan sayur-sayurannya, renyaaaaahhh banget!! Belum lagi sensasi pedas dan panasnya kuah bikin makin sip aja rasanya. Nasi panasnya juga makin menambah mantapnya menikmati sup ini. 

Hanya saja, aku masih akan lebih memilih makan buddhae jiggae pada kesempatan berikutnya. Mungkin karena aku lebih suka makan daging daripada sayur (sungguh aku tidak benci sayur). Tapi sesekali, bisa banget makan ini karena kuahnya juga ga kalah sedap kok. 

Next time, coba menu sup korea lain. 

Advertisements