Film Anime sebenarnya tidak sering di putar di Bioskop Indonesia.  Aku ingat, dulu film anime yang berani diputar itu hanya film-film anime yang emang udah punya fanbase di Indonesia seperti Naruto dan Detective Conan. Tapi sejak gelora Kimi No Nawa karya Makoto Shinkai, kayaknya distributor film asia di Indonesia mulai melihat animo masyarakat Indonesia yang antusias nonton film anime. Akhirnya, dengan optimisme tinggi film Koe No Katachi ditayangkan di bioskop Indonesia, CGV. Bukan tanpa alasan, karena film Koe No Katachi sendiri memang film yang juga sukses di Jepang selain Kimi No Nawa tahun lalu. 

Aku seneng banget pas denger film ini mau diputar di Indonesia. Wajar, selama ini sering ada rasa bersalah kalau nonton film anime tapi hasil ngopi wahahaha. Lagipula, aku memang lebih seneng nonton di layar lebar daripada di layar laptop. Kenapa excited banget sama film ini tu karena review bagus temen-temen yang tinggal di jepang, malah ada yang bilang sebenernya film ini jauh lebih bagus daripada Kimi No Nawa, jadi semacam underrated gitulah. Ya kalau aku bisa bilang Kimi no nawa aja bagus banget ya gimana yang ini?? 

Dengan rasa penasaran yang kuat, kutekadkan niat nonton dengan beli tiketnya langsung via Go-Tix untuk hari Sabtu, first run. Karena di minggu itu juga ada pemutaran film ghibli menyambut event the world of ghibli jakarta yang menayangkan film-film Ghibli Karya Hayao Miyazaki dari bulan April-Agustus, dan kebetulan pas bulan Mei adalah diputarnya salah satu film Ghibli favoritku, My Neighbor Totoro jadi aku langsung jadwalkan saja nonton Koe No Katachi dan My Neighbor Totoro back to back dari siang sampai sore. Wahahaha.

Aku janjian sama temen yang juga doyan nonton anime. Ketemuan di Mall Hartono, kami langsung masuk ke studio jam 11.55 dan langsung duduk manis sebelum filmnya dimulai. 

Film Koe No Katachi atau yang bahasa Inggrisnya “A Silent Voice” mengusung kisah pem-bully-an seorang anak perempuan tuna rungu di sekolah, Sho Nishimiya di sekolah dasar. Dan adalah Ishida, teman laki-laki sekelasnya dan beberapa teman lainnya yang melakukan pem-bully-an. Aksi ini kemudian membawa mereka pada kejadian-kejadian yang tidak diinginkan yang meninggalkan penyesalan mendalam pada diri Ishida. Menginjak SMA, Ishida berusaha menebus dosa-dosanya dengan mempelajari bahasa isyarat dan berteman dengan Sho. Sejak itu pula, kejadian-kejadian, konsekuensi, dan perkembangan hubungan karakter di film ini dikisahkan. 
Film berdurasi 2 jam ini sukses bikin aku cecegukan sampai pening kepala gara-gara banyak adegan menyentuh dan perasaan simpati mendalam pada karakternya. Baru juga 10 menit film berjalan, aku udah mewek-mewek wakakakakakaka. Dasar hati lemah. Aku bilang film ini realistis dan mungkin agak sedikit menampar potret kehidupan institusi pendidikan tidak hanya di jepang tapi juga di berbagai negara lain. Aku nggak bisa membandingkan dengan kimi no nawa karena dua-duanya bagus dengan kisahnya masing-masing.

Setelah film selesai, kita langsung ke CGV J-walk ngelanjutin nonton film My Neighbor Totoro. Ya untung aja film Ghiblinya bukan Grave of Fireflies, bisa bengkak semuka-muka deh karena banjir airmata 😂

Yang bikin aku suka My Neighbor Totoro karena ceritanya simple dan karakternya menggemaskan hahaha. Selain itu, totoronya lucu banget bentuknya. Benar-benar menghibur banget pokoknya. Udah nonton film ini sekali sebenernya, tapi ya namanya film favorit ga nolak nonton untuk kedua kalinya, apalagi ini legal jadi senang nontonnya tiada beban dosa lol

My Neighbor Totoro menceritakan tentang kisah dua saudari yang pindah ke desa. Ibunya sedang dirawat di rumah sakit sehingga untuk beberapa waktu mereka tinggal dengan ayahnya. Di sebelah rumah baru mereka di desa, terdapat pohon besar yang sangat tua umurnya dan diyakini oleh kedua saudari sebagai tempat tinggal Totoro, si peri hutan yang gendut dan lucu. Disinilah dikisahkan kejadian-kejadian dan petualangan kedua saudari dengan Totoro. Film ini bikin ketawa, baper, sedih, senang pokoknya benar-benar menghibur. 

Pas balik, ternyata ada merchandize untuk setiap pembelian tiket nonton Totoro, mendapatkan kipas totoro. Sayangnya karena beli pake go-tix jadinya ga dihitung berdasarkan tiket yang dibeli tapi atas satu pemesan. Ya akhirnya cuman dapat satu kipas deh huhu. 

Kalau masih sempat dan mumpung masih diputer di bioskop, mendingan buruan nonton film Koe No Katachi. Dan buat kalian yang ingin nonton film-film Ghibli selain spirited away, nonton My Neighbor Totoro, dijamin nggak kalah bagus dibanding Spirited Away. Untuk Ghibli bulan Juni, rencananya mau nonton Ponyo dan dua minggu lagi, kalau benar-benar jadi ditayangkan, ingin nonton Kuroko No Basketball: The Last Game. Wiw.. Aku harap ke depannya, makin banyak film-film anime yang menjangkau penayangannya sampai Indonesia. 

Advertisements